Langsung ke konten utama

Donat Kampung

Donat Kampung


Donat kampung yang padat namun empuk seperti bantal selalu membuat saya bernostalgia tentang masa kecil. Dulu waktu saya masih tinggal di Paron dan duduk di bangku Sekolah Dasar,  kami memiliki tetangga yang luar biasa baik hati. Hampir setiap minggu sepiring donat hangat yang baru saja keluar dari penggorengan dengan taburan gula halus di permukaanya akan diantarkan ke rumah. Saat itu kondisi perekonomian orang tua saya cukup memprihatinkan dengan empat orang anak kecil yang memiliki nafsu makan seperti raksasa, membuat Ibu saya benar-benar harus mengatur keuangan dengan sangat ketat. Jajan makanan di luar merupakan kemewahan dan tidak pernah kami lakukan bahkan walau hanya untuk sepotong pisang goreng yang dijual di warung kopi di sebelah rumah. 

Menyantap donat hangat tidak pernah muncul di dalam benak kami hingga tiba-tiba di satu sore yang mendung salah satu anak gadis tetangga sebelah mengetuk pintu rumah dan mengulurkan sepiring makanan sedap ini. Saat malaikat pengantar donat ini berlalu, keempat tangan mungil kami langsung menyerbu dengan rakusnya. Bagi saya saat itu, donat merupakan makanan terlezat yang pernah saya santap. Sejak itu setiap minggu kami pun menunggu dengan penuh harap si tetangga yang baik hati keluar dari rumahnya sambil membawa sepiring donat hangat. Dan ketika hal itu terjadi kami tahu dengan pasti donat-donat yang menggiurkan itu akan diantarkan 'hanya' untuk kami!  ^_^

Obsesi Roti 34 - Roti Gulung Isi Coklat


Sudah teramat lama saya tidak bereksperimen dengan roti, terakhir kali saya posting Obsesi Roti 33 - Roti Biji-Bijian pada bulan November tahun lalu. Saat membuka-buka kembali kumpulan resep roti, saya tersadar betapa waktu berlalu begitu cepat dan November 2013 merupakan waktu yang sudah cukup lama berselang. Nah demi menambah lagi satu resep di kumpulan resep Obsesi Roti JTT maka weekend kemarin saya pun mengeksekusi roti gulung isi coklat yang kali ini saya tampilkan. Roti ini sebelumnya sudah pernah saya coba di rumah adik saya Wiwin dengan menggunakan mixer heavy duty Sico-nya yang memiliki kapasitas besar. Memang menguleni adonan roti dengan mikser membuat semua pekerjaan menjadi enteng ditambah lagi mikser mampu menghasilkan adonan yang semulus pantat bayi. 

Namun menguleni dengan tangan juga bukan pekerjaan sulit, selama ragi instan yang anda gunakan mampu bekerja dengan maksimal maka adonan tetap akan mengembang dengan baik. Tentu saja anda harus mengeluarkan tenaga sedikit ekstra dan hasil adonan tidak sehalus jika anda menggunakan mikser namun percayalah untuk rasa keduanya sama. Nah bagi anda yang masih meraba-raba bagaimana menguleni yang baik dan benar maka step by step yang saya sertakan di bawah mungkin bisa membuat anda sedikit tercerahkan.



Geti Wijen - Camilan Jadul Jaman Simbah


Anda masih ingat dengan makanan kecil bernama geti wijen? Setidaknya di kampung halaman saya di Paron dan beberapa daerah lainnya di Jawa menyebut makanan ini dengan nama demikian. Mungkin di daerah anda memiliki nama lain yang bisa anda share disini. Namun yang jelas penganan ini sudah ada sejak saya masih kanak-kanak, sejak jaman Simbah dan sampai sekarang saya yakin masih banyak warung di Jawa yang menjualnya. Sudah sangat lama saya tidak pernah mencicipinya lagi, mungkin sejak bertahun-tahun yang lalu. Dulu ketika masih kuliah di Jogya, terkadang seorang teman kost yang baru saja kembali dari mudik di daerah Jawa Tengah dan sekitarnya suka membawa geti sebagai oleh-oleh. Teksturnya yang keras dengan rasa yang manis bercampur gurihnya wijen memang menjadikan geti sebagai camilan yang cukup banyak penggemarnya. 

Nah kebetulan saya memiliki banyak wijen putih dan hitam yang selalu tersedia di dapur, saya memang sengaja menyediakannya karena terkadang wijen-wijen ini dipergunakan untuk memberikan sentuhan khas pada masakan Korea. Sering juga saya menaburkan sedikit wijen putih pada semangkuk cereal buah membuat sarapan pagi menjadi lebih bergizi. Kali ini dengan sedikit usaha, geti wijen dengan mudah bisa di buat sendiri di rumah hanya dalam tempo 15 menit saja. ^_^



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Chicken Katsu Don a la JTT

Chicken Katsu Don a la JTT Ingin makan makanan Jepang yang yummy ? Tidak usah jauh-jauh pergi ke restoran atau 'warjep' alias warung Jepang pinggir jalan, anda cukup jalan saja ke dapur dan membuatnya sendiri. Bahannya muda h dan rasanya tidak kalah mantap dengan buatan chef a la resto . B ahkan buatan sendiri akan terasa lebih sedap di lidah keluarga karena dibuat dengan penuh perhatian, kasih sayang, cinta dan tentu saja terjaga kebersihan dan kesegaran bahannya. Terdengar berlebihan tetapi sebenarnya tidak. Memasak bukan lah hal yang sangat sulit, karena yang anda perlukan hanyalah niat dan sedikit usaha untuk mewujudkannya. Percayalah begitu anda menemukan momen beta pa indahnya meluangkan waktu saat menyiapkan makanan di dapur, saya jamin anda akan ketagihan untuk melakukan, dan mengulanginya lagi. Setidaknya itu yang saya rasakan. ^_ ^ Tempura Weekend kem arin, selam a dua hari saya menghabiskan waktu dengan berdiam di ru...

Ayam sechuan

Ayam Sechuan Share |   Bahan2 : 250 gr fillet ayam, potong dadu 2 siung bw.putih, parut 2 cm jahe, parut 1/2 sdt garam 1/2 sdt merica bubuk 3 siung bw.putih, cincang kasar 1 bh pekak 1/2 bh paprika merah, potong kotak 5 bh cabai merah kering, potong 2 cm 2 sdm saus tiram 4 sdt kecap manis 1/2 sdt kecap asin 1/4 sdt lada hitam 1/4 sdt gula pasir 250 ml air 50 gr kacang mede goreng 1 sdm minyak, untuk menumis Cara membuat : 1. Lumuri ayam dengan bw.putih, jahe, garam dan merica. Diamkan 30 menit. 2. Tumias bw.putih dan pekak sampai harum. 3. Tambahkan paprika merah dan cabai kering. Tumis hingga layu. 4. Masukkan ayam, aduk sampai berubah warna. 5. Tambahkan saus tiram, kecap manis, kecap asin, lada hitam, dan gula pasir. Aduk rata. 6. Tuang air, masak hingga meresap. Masukan kacang mede. Aduk rata. 7. Masakan siap disajikan.  Ketoprak Share | Bahan : 5 b...