Langsung ke konten utama

Maoisme (Falsafah Pemikiran Mao)

Maoisme (Falsafah Pemikiran Mao)

Yoga Pradito W
Mao sebenarnya bukannlah sebenarnya bukan seorang filsuf yang orisinil. Gagasan-gagasannya banyak dipengaruhi oleh bapak-bapak sosialisme barat. Mao Banyak berpikir tentang materialisme dialektik yang menjadi dasar sosialisme (komunis) dan penerapan gagasan-gagasan ini oleh Mao dikatakan orisinil. Falsafah Mao ini kemudian dikenal dengan istilah Maoisme atau pemikiran Mao Tse Tung. Maoisme adalah varian dari Marxisme-Leninisme yang menurut Chen Jerome dalam bukunya, Mao and The Chinese Revolution, Istilah tersebut (Maoisme) secara salah telah dipopulerkan oleh para pelajar daei Universitas Harvard dalam tulisan-tulisan mereka menunjuk kepada pemikiran-pemikiran Mao.
            Pemikiran Mao mulai terbentuk setelah membaca tiga buku penting yaitu Manifesto Komunis, Pertarungan kelas oleh Karp kautsky, dan Sejarah Sosialisme oleh Kirkupp. Pemikiran Mao pada dasarnya merupakan gabungan dari pemikiran tokoh-tokoh marxisme yang disesuaikan dengan situasi nasional, kemudian dipadukan dengan pengetahuan intelektual dan pengalaman perjuangan revolusinya. Garis massa yang bersemboyankan “dari massa, untuk massa” adalah kebijakan politiknya. Dimana suatu kebijakan politik dapat disebut baik apabila secara murni berasal dari massa yaitu petani dan pekerja, dengan memperhitungkan kepentingan dan keinginan mereka.
            Kesuksesan konsep ini membutuhkan kerjasama antara pemimpin dan massa. Tiga Subjek utama yang terlibat adalah politburo sebagai pemimpin tertinggi, kader-kader partai level menengah, dan massa sebagai tingkatan terendah. Konsep garis massa menjadi alat monitoring tehadap aktivitas para kaum elit birokrat. Sedangkan konsep garis massa juga menjadi alat monitor terhadap kecenderungan mereka  untuk mengatur massa melalui partai dan sanksi-sanksi yang tidak jelas.
Partai adalah pemimpin massa, kedudukannya tidak lebih tinggi dari massa. Mao menggambarkan hubungan antara partai dengan massa seperti ikan dan air, mereka saling membutuhkan. Pemikiran Mao tentang manusia bisa dikatakan lebih moralis dibandingka dengan tokoh-tokoh marxis yang lain. Manusia bukanlah “produk sudah jadi”, namun dipengaruhi oleh lingkungandisekelilingnya, terutama pendidikan.
Menurut Mao,keanggotaan seseorang dalam suatu kelas dapat berubah, ia dapat dibentuk menjadi manusia baru melalui “pendidikan kembali” (reeduksi). Manusia berhak sepenuhnya atas hidupnya serta menentukan dan mengubah kehidupannya. Pandangan ini mendasari konsep tentang voluntarisme, bahwa keinginan dan kebulatan tekad manusia pada akhirnya akan mampu melalui segala rintangan untuk menuju dunia yang lebih baik. Mao yang moralis telah mengubah teori “materilalisme-dialektik” Marx menjadi “moralisme dialektik”. Belajar dari pengalaman Lenin, Mao menyimpulkan bahwa transformasi fisik (sarana-sarana produksi) , tanpa diimbangi dengan transformasi moralitas masyarakat, tidak akan menjamin kelanggengan masyarakat baru.. Oleh karena itu, pemikiran sosialis harus ditanamkan kepada masyarakat dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari hingga menjadi way of life. Itu adalah tujuan dari program Revolusi Kebudayaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Donat Kampung

Donat Kampung Donat kamp ung yang padat namun em puk seperti bantal selalu membuat saya bern ostalgia tentang masa kecil. Dulu waktu saya masih tinggal di Paron dan duduk di bangku Sekolah Dasar,  kami memiliki tetangga yang luar biasa baik hati. Hampir setiap minggu sepiring donat hangat yang baru saja keluar dari penggorengan dengan taburan gula halus di permukaanya akan diantarkan ke rumah. Saat itu kondisi perekonomian orang tua saya cukup memprihatinkan dengan empat orang anak kecil yang memiliki nafsu makan seperti raksasa, membuat Ibu saya benar-benar harus mengatur keuangan dengan sangat ketat. Jajan makanan di luar merupakan kemewahan dan tidak pernah kami lakukan bahkan walau hanya untuk sepotong pisang goreng yang dijual di warung kopi di sebelah rumah.  Menyanta p donat hangat tidak pernah muncul di dalam be nak kami hingga tiba-tiba di satu sore yang mendung salah satu anak gadis tetangga sebelah mengetuk pintu r umah dan mengulurkan sepiri...

Chicken Katsu Don a la JTT

Chicken Katsu Don a la JTT Ingin makan makanan Jepang yang yummy ? Tidak usah jauh-jauh pergi ke restoran atau 'warjep' alias warung Jepang pinggir jalan, anda cukup jalan saja ke dapur dan membuatnya sendiri. Bahannya muda h dan rasanya tidak kalah mantap dengan buatan chef a la resto . B ahkan buatan sendiri akan terasa lebih sedap di lidah keluarga karena dibuat dengan penuh perhatian, kasih sayang, cinta dan tentu saja terjaga kebersihan dan kesegaran bahannya. Terdengar berlebihan tetapi sebenarnya tidak. Memasak bukan lah hal yang sangat sulit, karena yang anda perlukan hanyalah niat dan sedikit usaha untuk mewujudkannya. Percayalah begitu anda menemukan momen beta pa indahnya meluangkan waktu saat menyiapkan makanan di dapur, saya jamin anda akan ketagihan untuk melakukan, dan mengulanginya lagi. Setidaknya itu yang saya rasakan. ^_ ^ Tempura Weekend kem arin, selam a dua hari saya menghabiskan waktu dengan berdiam di ru...

Makalah Kemuhammadiyahan

Makalah Kemuhammadiyahan Makalah KEMUHAMMADIYAHAN Makalah ini Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kemuhammadiyahan Disusun Oleh :  Nama : Yoga Pradito W NIM : J310120039 PROGRAM STUDI GIZI S1 FAK ULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2015   KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT serta shalawat dan salam kami sampaikan hanya bagi tokoh dan teladan kita Nabi Muhammad SAW. Diantara sekian banyak nikmat Allah SWT yang membawa kita dari kegelapan ke dimensi terang yang memberi hikmah dan yang paling bermanfaat bagi seluruh umat manusia, sehingga oleh karenanya kami dapat menyelesaikan tugas kewirausahaan ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun maksud dan tujuan dari penyusunan proposal ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas yang diberikan oleh guru pada mata kuliah Kemuhammadiyahan Gizi S1 . Dalam proses pen...